Ekonom Ini Sebut Sawah Menjadi Lahan Paling Mudah Digusur untuk Pembangunan PSN

Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Pintu Jalan Tol Trans Jawa Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 25 Desember 2023. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bersama sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BJJT) memberlakukan potongan tarif sebesar 10 persen untuk Jalan Tol Trans Jawa, berlaku pada perjalanan dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya pada periode arus mudik serta arus balik libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

TEMPO.COJakarta – Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengklaim adanya penurunan dalam jumlah lahan sawah. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada pertanian.

“Dalam hal ini terkait lahan perlindungan produktif. Kita ambil contoh yang paling jelas terlihat adalah pembangunan infrastruktur, terutama di bawah payung PSN (Proyek Strategis Nasional),” ujar Yusuf dalam acara diskusi akhir tahun yang diselenggarakan di Gedung Tempo, Selatan, Jumat, 29 Desember 2023.

Infrastruktur jalan tol, misalnya. Pembangunan yang masif ini sebenarnya dinilai sebagai langkah luar biasa, tapi di saat yang sama juga memprihatinkan karena hampir semuanya mengambil lahan pertanian produktif, terutama sawah.

“Karena yang paling gampang digusur itu sawah. Jadi kalo ada PSN, yang paling gampang digusur itu sawah, yang dalam tanda kutip perlawanannya kecil, hampir gak ada,” kata dia.

Menurut Yusuf, sebagian besar proyek-proyek strategis ini berlokasi di Jawa. “Nah Jawa ini masih menyimpan 45 persen sawah nasional. Jadi hampir setengah sawah nasional itu ada di Jawa,” tuturnya.

Dia menilai bahwa sawah merupakan aset yang sangat berharga. Namun, dalam 10 tahun pemerintahan era Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Jawa menjadi salah satu lokasi utama PSN.

“Yang kita sorot, yang paling banyak menghabisi sawah itu adalah jalan tol. Di era Jokowi beliau sangat mendorong sekali pembangunan jalan tol,” ucapnya.

Per hari ini, kata Yusuf, sekitar 70 persen jalan tol RI dibangun pada era Jokowi. “Sekarang panjang jalan tol sudah hampir 3.000 km. Kalo di era Presiden Soeharto sampai Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), jalan tol kita tuh cuma 700 sampai 800 km,” ujarnya dalam acara diskusi akhir tahun itu.

Sumber :https://bisnis.tempo.co/read/1815685/ekonom-ini-sebut-sawah-menjadi-lahan-paling-mudah-digusur-untuk-pembangunan-psn