Keluarga Miskin Dalam Pusaran Pandemi

Pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak Maret 2020 lalu, telah menciptakan kerusakan ekonomi skala besar. Dalam waktu singkat, jutaan orang kehilangan pekerjaan, tidak bisa lagi melakukan pekerjaan rutin mereka. Kemiskinan-pun melonjak, dari 24,8 juta orang (9,22 persen) pada September 2019 menjadi 27,6 juta orang (10,19 persen) pada September 2020.

Untuk memahami bagaimana dampak pandemi terhadap kehidupan keluarga miskin dan bagaimana mereka bertahan melalui pandemi yang hingga kini belum dapat diperkirakan kapan akan berakhir ini, IDEAS melakukan survei nasional yang melibatkan 1.013 responden dari keluarga miskin di 5 wilayah aglomerasi utama di Indonesia di awal tahun 2021.

Berbasis data primer yang dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner semi terbuka terhadap keluarga miskin di Jakarta Raya (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Semarang Raya (Semarang dan Kab. Semarang), Surabaya Raya (Surabaya dan Kab. Sidoarjo), Medan Raya (Medan dan Kab. Deli Serdang) dan Makassar Raya (Makassar dan Kab. Gowa), survei non-probabilitas dilakukan kepada 1.013 kepala keluarga miskin sepanjang 7 Januari – 11 Februari 2021.